1.
Metodelogi
Penelitian
a. Dasar Penelitian
Dasar penelitian ini adalah survei dan
bersifat deskriptif yaitu suatu penelitian untuk menggambarkan bagaimana partisipasi masyarakat dan bentuk-bentuk
partisipasi yang dilakukan dalam pengendalian erosi khususnya DAS MIU di Desa
Wayu Kecamatan Marawola Barat Kabupaten Sigi, dimana penulis mengamati bentuk
bentuk partisipasi masyarakat pada objek penelitian.
b.
Lokasi
Penelitian
Penelitian
ini dilaksanakan di Desa
Wayu Kecamatan Marawola Barat Kabupaten Sigi. Pemilihan lokasi ini
dilakukan secara purposive dengan
pertimbangan sebagai berikut:
1. Kajian
pada lokasi ini dapat memberikan konstribusi dalam memahami bagaimana
partisipasi masyarakat terhadap pengendalian erosi.
2. Mayoritas
penduduk di Desa Wayu berprofesi sebagai petani dan mulai membuka lahan
disekitar DAS yang akan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.
3. Merupakan
desa yang mempunyai objek wisata yang berpredikat wisata nasional.
Tabel 3. Jumlah
Penduduk Desa Wayu Kecamatan Marawola Barat
Kabupaten Sigi
Tahun 2012
|
Dusun 1
|
RT
|
Jenis Kelamin
|
Jumlah
|
|
|
Laki-Laki
|
Perempuan
|
|||
|
1
|
102
|
93
|
195
|
|
|
2
|
81
|
67
|
148
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Total
|
343
|
|||
Sumber : Kantor Desa
Wayu : 2012
c.
Penentuan
Responden
Penentuan
responden yaitu adalah masyarakat lokal yang dijadikan sasaran dalam penelitian
ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Metode purposive
sampling Yaitu teknik pengumpulan sumber informasi yang tersedia secara
tepat dimaksudkan untuk mengoptimalkan informasi dari target yang lebih
spesifik, atau sesuai dengan criteria yang diinginkan oleh peneliti.
Pengambilan sampel didasarkan atas tujuan tertentu dengan perimbangan seperti :
fokus penelitian, pertimbangan ilmiah, alasan keterbatasan waktu, tenaga dan
dana, sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh.
Tridaya,
Tomi Putra. 2011. Populasi Dan Sampel Penelitian.
d.
Jenis Dan Teknik
Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan metode survei, yaitu melalui wawancara, observasi,
dokumentasi dan kuisioner, serta studi literatur. Dalam rangka pengumpulan data
dan informasi/keterangan yang diperlukan, maka peneliti menentukan sampel
sebanyak 30 dari jumlah populasi 343, dan juga pada penelitian ini ada dua
macam data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer
dikumpulkan melalui teknik wawancara dengan responden maupun informan yang
telah ditentukan dengan berpedoman pada daftar pertanyaan (kuisioner) yang
telah disusun sesuai tujuan penelitian, serta pengamatan langsung (observasi)
untuk melengkapi data primer yang diperlukan.
Data primer yang diambil meliputi identitas/karakteristik responden,
yakni : umur , jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, jarak tempat tinggal dan
lama tinggal serta tanggapan responden terhadap kuisioner sikap dan
partisipasi. Data sekunder merupakan data penunjang bagi kegiatan penelitian
yang dilakukan meliputi kondisi umum Desa Wayu Kecamatan Marawola Barat
Kabupaten Sigi.
e.
Langkah-langkah
Penelitian
Dalam
penelitian ini adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk pengumpulan data
yaitu sebagai berikut:
1.
Langkah Awal
· Melakukan
observasi awal untuk mencari permasalahan
· Mencari
Literatur sebagai pendukung dalam penelitian
· Menentukan
Lokasi Penelitian
· Menyusun
proposal penelitian
· Mengurus
Surat Keputusan Dekan Tentang Penunjukkan Dosen Pembimbing Mahasiswa Reguler
FKIP UNTAD
· Melakukan
presentasi/seminar proposal
· Melakukan
perbaikan dan kemudian melanjutkan jika sudah sesuai prosedur penelitian.
2.
Pelaksanaan
· Melakukan
pengumpulan data yang lebih terperinci dengan cara memberikan kuesioner kepada
masyarakat yang dijadikan sampel.
· Mengolah
dan menganalisis data yang telah didapatkan.
· Mengurus
administrasi tentang keterangan bahwa telah melakukan penelitian
3.
Langkah Akhir
·
Membuat dan menyusun laporan akhir penelitian dalam
bentuk skripsi.
·
Melaksanakan ujian akhir skripsi.
f. Analisis
Data
Dalam penelitian ini ada beberapa
tahap analis yang digunakan yaitu sebagai berikut:
1. Analisis data sebelum dilapangan
Analisis
dalam tahap ini dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data
sekunder yang akan digunakan peneliti untuk menentukan fokus penelitian. Akan
tetapi, fokus penelitian pada tahap ini masih bersifat sementara dan tentunya
akan berkembang setelah peneliti melakukann penelitian dilapangan.
2. Analisis data selama dilapangan
Pada tahap
ini, analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data secara langsung melalui
wawancara dan observasi, misalnya pada saat wawancara berlangsung peneliti
sudah melakukan analisis terhadap jawaban dari responden. Juka peneliti belum
puas dengan jawaban responden, maka peneliti bisa melanjutkan pertanyaan lagi
sampai batas tertentu diperoleh data yang valid.
3. Analisis data setelah selesai
dilapangan
Analisis
data ini merupakan tahap akhir, analisis data ini dibagi lagi menjadi beberapa
tahapan yaitu sebagai berikut:
· Analisis domain, yaitu memperoleh
gambaran umum dan menyeluruh dari objek penelitian ataupun kondisi sosial.
· Analisis taksonomi, yaitu penjabaran
secara terperinci dari analisis domain melalui observasi terfokus.
· Analisis konponensial, yaitu mencari
ciri spesifik pada setiap detil struktur internal.
g. Pengolahan
Data
Adapun tahap pengolahan data yang
dilakukan dalam penyusunan laporan ini adalah sebagai berikut:
1.
Pengeditan
( editing )
adalah pekerjaan pengecekan/pemeriksaan kelengkapan dan kebenaran dan pengisian
jawaban responden dalam kuesioner penelitian oleh interviewer untuk diolah
lebih lanjut
2.
Pemberian Kode ( coding ) adalah pemberian simbol angka pada jawaban yang diberikan responden
berkaitan dengan pertanyaan dalam kuesioner.
3.
Pembuatan tabel ( tabulating ) adalah pemindahan data dan informasi dari kuesioner
lembar kode ke dalam tabel.
4.
Penganalisaan ( analyzing ) adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk
mengetahui peristiwa yang sebenarnya.
h. Definisi
Operasional
Variabel Agar tidak terjadi salah
persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu didefinisikan hal-hal
sebagai berikut:
1. Partisipasi masyarakat adalah
keikutsertaan masyarakat dalam proses pengidentifikasian masalah dan potensi
yang ada di masyarakat, pemilihan dan pengambilan keputusan tentang alternatif
solusi untuk menangani masalah, pelaksanaan upaya mengatasi masalah, dan
keterlibatan masyarakat dalam proses mengevaluasi perubahan yang terjadi.
2. Erosi merupakan pengikisan atau
kelongsoran yang disebabkan proses penghanyutan tanah oleh desakan-desakan dari
kekuatan air dan angin, baik yang berlangsug secara alamiah ataupun sebagai
akibat tindakan perbuatan manusia.
3. Metode Pengendalian
Erosi
Usaha pengendalian erosi pada
dasarnya dapat dikelompokkan menjadi 3 metode, yaitu :
·
Metode
Vegetatif
·
Metode
Mekanik
·
Metode
Kimiawi
4.
Daerah aliran sungai (DAS) dapat
diartikan sebagai kawasan yang dibatasi oleh pemisah topografis yang menampung,
menyimpan dan mengalirkan air hujan yang jatuh di atasnya ke sungai yang
akhirnya bermuara ke danau/laut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar